aku ingin jadi pelacur saja
-Untukmu;cinta yang tidak jelas-
Aku mencari kenikmatan, atas realita yang selalu datang dengan cara berbeda
Di setiap darah yang hangat memerah, di setiap jengkal tubuh yang haus akan asa bahkan cinta yang tak sanggup terjelaskan.
Aku menikmati cinta yang kau tawarkan. Tidak, bukan hanya karna sebutir berlian dan segelas anggur tua yang memabukkan. Aku mencintai bungkusan cinta yang kau tawarkan dan kugoda untuk kau berikan, menguasaimu hingga pada akhirnya kita setara menguasai satu sama lain. Aku sangat ingin bertukar kedaulatan denganmu. Satu jam, dua malam, ataupun seribu satu malam hingga bintang-bintang bertekuk lutut dan bulan memaksa tersenyum melihat kita menggenggam pesona orgasme cinta yang entah bagaimana kudefinisikan.
Aku juga tak ingin sendirian berada dalam sepotong gambaran hidupku, dalam tubuh sosialku yang ku tawarkan padamu untuk sebatang cinta. Cinta yang manis bagai sebatang coklat dan bisa juga elegan layaknya sebatang emas putih yang berkilau. Aku menikmati hasratmu; hasratku juga tak jauh begitu. Walau kadang aku terlanjur mencintaimu dengan cinta; dengan tidak sadar hingga aku berjuang terlalu kuat untuk melawan hatiku. Aku bisa jadi sangat merindukanmu di setiap hembusan nafasmu dan mulutmu yang selalu berkicau mengkritik dunia. Aku selalu tak ingin mencintaimu.
Sejuta cara telah dan akan segera kulakukan mencapai hasrat yang tak terselesaikan ini dengan selesai. Aku memilihmu menjadikan ku pelacur atas dasar kesadaran hak ku. Aku tau kau bisa saja mencintaiku dengan sangat atas kehangatanku. Membungkam bibirmu berbicara dan berteriak tentang realita manusia-manusia yang dengan tidak sadar terpaksa untuk bahagia. Mengikat kedua tanganmu untuk selalu memelukku sepuasku. Mengurungmu dalam sangkar kehangatan dan menjebakmu dengan politik kelembutan. Tapi aku sungguh akan membebaskanmu. Cintai aku dengan kebebasanmu!
Aku sungguh tak peduli saat moral menghadangku, seolah memaksa aku harus selalu menolak untuk cinta. Cinta dari definisi mereka yang tamak akan kebenaran. Cinta atas dasar logika harta, agama, keluarga dan citra. Aku juga mengerti itu mungkin cinta yang menjadikan mereka berlomba-lomba menjadi pejuang atas harta, cinta, citra, agama, berbalutkan atas nama cinta.
Aku juga tidak marah pada cinta yang berbeda. Aku pun demikian, mencintaimu dengan cara yang berbeda. Jikalau aku bisa hidup hanya dengan meminum darah, Aku akan lebih bahagia memilih menjadi vampire dari pada pelacur. Dan aku tidak menyalahkan aku lahir sebagai manusia di setiap kenyataan dunia yang terlihat ada dengan menutup atau membuka mata. Jadi ya, aku ingin jadi pelacur saja.
Dengan Cinta:
8 Mei 2009