Arsip untuk Mei, 2009

sempatkanlah!

Posted in Uncategorized on Mei 25, 2009 by Dewi

kucari seribu jalan untuk lari
dan aku selalu berhenti
di titik yang sama
aku mencari surga
aku tak menemukan neraka

sudah bosan dengan realita
itu-itu saja
aku juga bosan menjadi berbeda
apalagi untuk sama

aku hampa,
kesal
bukan berarti hati dan jiwa ini tak penuh asa
aku ingin sendiri saja
atau bertiga dengan Tuhan dan Cinta

jangan tanya kenapa aku harus lari
aku ingin lari saja
sempatkanlah!

6mei2009,
malam yg aneh

di atas awan kegelisahan

Posted in Uncategorized on Mei 25, 2009 by Dewi

aku berlari ketika tak seorangpun mengejar
aku berhenti ketika tak seorang pun menunggu
aku berjalan tanpa siapapun di belakang, di depan jugA disampingku
aku terjatuh
aku terbang
aku melayang
aku menghilang, tak seorangpun mencari
tak seorang juga mengerti
menanti
sepi, sepi dan tidak sendiri.

17mei2009

Puisi Cinta Biasa

Posted in Uncategorized on Mei 22, 2009 by Dewi

Menemukanmu,
Dalam teori tak terdefenisi
Tak dimengerti
Malas aku mempelajari

Bagaimana jika ku tuliskan puisi
Baru ini aku berani
Mengetuk hatimu lewat majas
Tak begitu jelas

Itu hanya padamu saja
Aku kehilangan cara

Maka kucoba tulis ini
Rangkaian kata tak sempurna
Jika kau tak sengaja membaca
Dan kemudian menerka lalu tertawa
Baitku sudah sempurna kurasa
Tak peduli jika tak bewarna untuk mereka

Longtime ago, when I’m in love with him
Edited Mei, 18th 2009

Bukan Untuk Ibu Kartini

Posted in Uncategorized on Mei 22, 2009 by Dewi

Kau selalu mampu menyayangi ku, sejak dan kapan saja aku tak ada untukmu dalam nyata. Ku pikir sejak aku pergi darimu, kau tak akan pernah lagi mengenalku. Aku anakmu yang sombong yang tak sanggup hidup dalam kenyataanmu. Aku benci kenapa kau masih bisa bertahan dengan pria itu. Dia telah menyakitimu lebih dari apapun yang ku bayangkan sangat menyakitkan di bumi ini, aku berlebihan. Aku tak pernah berani bilang padamu tinggalkan saja pria itu, kau tak pantas hidup disampingnya. Tapi aku punya kebodohan yang sangat untuk tidak berani menjamin kebahagiaanmu. Kau mungkin punya definisi dan cara berbeda mengartikan makna hidupmu dan kebahagiaan dalam kata-katamu. Aku merasakan kau sangat menghayati arti pengorbanan. Untuk ku, untuk setiap orang yang datang padamu atas nama kesedihan, mendeskripsikan hidup dengan sangat getir. Ku tau kau akan selalu memberikan tanganmu yang ku tau tak selalu kuat menggenggam tangan mereka.

Aku tak akan pernah mampu menjadi seperti mu. Menggantikan tempatmu menjadi seperti dirimu, sekarang atau suatu saat nanti sungguh aku tak mungkin. Aku tak pernah mengerti dan memiliki definisi tentang cinta dan pengorbanan. Cintaku hanya tentang kesenangan, cintaku membebaskan, aku mencintai kebebasan sesempit ini. Aku tak begitu tau dirimu bisa lebih bebas dariku dengan apa yang kau jalani dengan tulus. Lagi-lagi aku tak mengerti dan tak mau mengartikulasikan ketulusan. Aku tak menyesal meninggalkanmu karna aku tau aku belum mampu membawa mu kemanapun aku berlari. Aku juga tak yakin kau akan menjalani keindahan bersamaku. Aku menyadari kau sangat tau jiwaku lebih dari apa dan siapapun. Setiap kejahatanku, kegalauanku yang kutau tak semua orang jenius sekalipun mengerti. Meski kau tak pernah mengenal apa yang selalu kupertanyakan dan setiap detik keraguanku dan kebencianku terhadap setiap hal yang mengganggu keakuanku.

Aku sangat ingin menangis saat merindukanmu, tapi ku ingat kau tak pernah menangis. Menghadapi apapun, hanya saja tentang kematian, ku pernah tak segaja melihat wajahmu setelah menangis, tapi kau selalu tersenyum ketika melihatku yang takut pada suasana kematian. Kau akan menjauhkan ku dari setiap ketakutanku yang tidak rasional bagi kebanyakan pikiran. Aku tak sepenuhnya ada dalam bayangan impianmu, aku mencari diriku sendiri yang entah dimana aku temukan kepastiannya, tak ada yang pasti dan abadi di bumi ini. Aku tak selalu mengikuti jalanmu, karna kau tak memberiku jalan yang tunggal, kau membiarkanku berkelana di dunia yang tidak jelas pengertiannya bagiku. Kau memintaku dan aku tidak pernah menurutimu lalu kau akan ikut dengan setiap langkahku dengan aura bahagia. Mengapa kau selalu sehebat itu? Aku tak sanggup lagi mendefinisikanmu hingga aku akhirnya selalu mempertanyakanmu.

Bagaimana kalau aku membuatkanmu cheezecake? aku tau kau tak segila aku yang tergila-gila dengan sepotong cheeze cake. Lalu aku berfikir kenapa aku selalu berfikir akan memberikanmu apa yang menurutku menyenangkan. Aku seperti tak pernah memikirkan dan setiap kubertanya keinginanmu adalah keinginanku. Kau selalu begitu. Kau selalu seperti menedikasikan hidupmu untuk hidupku. Aku ingin melakukan sesuatu untukmu tapi kau telah menyatukan dirimu dengan diriku. Aku seperti jahat dengan memisahkan aku denganmu. Kau bukan bebanku, aku juga bukan, kita menyatu. Aku tak ingin di dahulukan tapi dunia menuntut kita untuk begitu. Kau bahkan tak sedikitpun memaksaku. Tak pernah dan ku yakin tak akan pernah. Sekali lagi aku ragu benarkan aku menyatu denganmu? Aku takut kau tersiksa menjadi bagian ku.Tapi ketakutanku membuatku seperti tak menginginkanmu lagi. Aku sangat menginginkanmu. Tapi sepertinya lagi keinginanku mengisyaratkan satu bait hasratku pernah tak menginginkanmu. Aku sungguh tak bisa menggambarkan hatiku. Kata-kata selalu mempermainkan dan otakku selalu memaknakan. Dan aku akan mati jika kau tak mengikutiku.

Lupakan saja!

Aku bisa lebih mencintaimu, mencintai kita yang menyatu oleh Tuhan dan siapun yang mampu menjadikan begitu

hanya sosok ilusi
pagi hari, 18 mei 2009

aku ingin jadi pelacur saja

Posted in Uncategorized on Mei 13, 2009 by Dewi

-Untukmu;cinta yang tidak jelas-

Aku mencari kenikmatan, atas realita yang selalu datang dengan cara berbeda
Di setiap darah yang hangat memerah, di setiap jengkal tubuh yang haus akan asa bahkan cinta yang tak sanggup terjelaskan.

Aku menikmati cinta yang kau tawarkan. Tidak, bukan hanya karna sebutir berlian dan segelas anggur tua yang memabukkan. Aku mencintai bungkusan cinta yang kau tawarkan dan kugoda untuk kau berikan, menguasaimu hingga pada akhirnya kita setara menguasai satu sama lain. Aku sangat ingin bertukar kedaulatan denganmu. Satu jam, dua malam, ataupun seribu satu malam hingga bintang-bintang bertekuk lutut dan bulan memaksa tersenyum melihat kita menggenggam pesona orgasme cinta yang entah bagaimana kudefinisikan.

Aku juga tak ingin sendirian berada dalam sepotong gambaran hidupku, dalam tubuh sosialku yang ku tawarkan padamu untuk sebatang cinta. Cinta yang manis bagai sebatang coklat dan bisa juga elegan layaknya sebatang emas putih yang berkilau. Aku menikmati hasratmu; hasratku juga tak jauh begitu. Walau kadang aku terlanjur mencintaimu dengan cinta; dengan tidak sadar hingga aku berjuang terlalu kuat untuk melawan hatiku. Aku bisa jadi sangat merindukanmu di setiap hembusan nafasmu dan mulutmu yang selalu berkicau mengkritik dunia. Aku selalu tak ingin mencintaimu.

Sejuta cara telah dan akan segera kulakukan mencapai hasrat yang tak terselesaikan ini dengan selesai. Aku memilihmu menjadikan ku pelacur atas dasar kesadaran hak ku. Aku tau kau bisa saja mencintaiku dengan sangat atas kehangatanku. Membungkam bibirmu berbicara dan berteriak tentang realita manusia-manusia yang dengan tidak sadar terpaksa untuk bahagia. Mengikat kedua tanganmu untuk selalu memelukku sepuasku. Mengurungmu dalam sangkar kehangatan dan menjebakmu dengan politik kelembutan. Tapi aku sungguh akan membebaskanmu. Cintai aku dengan kebebasanmu!

Aku sungguh tak peduli saat moral menghadangku, seolah memaksa aku harus selalu menolak untuk cinta. Cinta dari definisi mereka yang tamak akan kebenaran. Cinta atas dasar logika harta, agama, keluarga dan citra. Aku juga mengerti itu mungkin cinta yang menjadikan mereka berlomba-lomba menjadi pejuang atas harta, cinta, citra, agama, berbalutkan atas nama cinta.

Aku juga tidak marah pada cinta yang berbeda. Aku pun demikian, mencintaimu dengan cara yang berbeda. Jikalau aku bisa hidup hanya dengan meminum darah, Aku akan lebih bahagia memilih menjadi vampire dari pada pelacur. Dan aku tidak menyalahkan aku lahir sebagai manusia di setiap kenyataan dunia yang terlihat ada dengan menutup atau membuka mata. Jadi ya, aku ingin jadi pelacur saja.

Dengan Cinta:
8 Mei 2009

a piece of “love me better”

Posted in Uncategorized on Mei 1, 2009 by Dewi

Bagian yang paling gw suka dari “Love Me Better” (sebuah kisah nyata perempuan yg mengalami KDRT) :

Psikiater: Apakah anda rindu Brian?

Roz: : Tidak, kesedihan saya begitu intens, pasti penyebabnya jauh lebih dalam daripada itu. Tepatnya saya rindu saya…atau bagian diri saya yang saya serahkan supaya menyatu dengannya. Mungkin itu sebabnya saya selalu kembali, saya tak sanggup meninggalkan bagian itu

Psikiater: jangan malu, ketika seseorang mengambil semua yang menjadi bagian dari diri anda, anda jadi tergantung padanya…anda menganggapnya sumber kehidupan anda! setiap kali anda “pergi lalu kembali” anda belajar berpisah-belajar menjadi diri sendiri lagi!

…………………

Roz: Jadi sekarang saya memutuskan pergi. rasanya ada jurang dalam yang harus saya seberangi

Psikiater: Untuk menyeberangi jurang, yang pertama harus anda lakukan adalah melepaskan rasa yang mungkin menakutkan-seolah anda kehilangan diri anda- tapi sebetulnya anda akan menemukan diri anda!

………………………………………………….