Sepotong Cerita Menjadi Seorang Perempuan yang Hidup di Indonesia
Menjadi perempuan di Indonesia menurutku tidak bisa memiliki kebebasan untuk bisa mengekspresikan diri, terlalu banyak norma dan nilai tidak penting yang berujung pada ketidaknyamanan dan situasi ‘unsecure’ terhadap diri perempuan. Pernahkah seorang perempuan merasa sangat amat comfortable ketika ia berjalan sendirian. Seberapa banyakkah itu? aku tidak percaya persentase yang merasa secure akan lebih banyak daripada yang tidak? Kenapa aku begitu yakin?Karna aku tau rasanya jadi perempuan. Selalu saja rentan terhadap tindak pelecehan. Digodain cowok2 brengsek yg tidak peduli terhadap hak asasi manusia. Dicopet penjahat, dirampok, diperkosa, dibunuh, dll yg lebih kejam. Apa yang bisa dilakukan negara terhadap semua ini??? (teringat kesimpulan skripsiku “apa gunanya negara bagi perempuan?”dalam kasus ini negara juga ternyata tidak berguna bagi perempuan, sama dengan kasus female genital mutilation di Sierra Leone)
Hukum.
Hukum tertulis sudah berperspektif perempuan dengan adanya DUHAM dan CEDAW. Namun, pelaksanaannya seringkali tidak berperspektif keadilan dan kesetaraan. Seberapa banyak orang yang peduli ketika seorang perempuan mendapat diskriminasi? Seberapa banyak orang yang akan melakukan aksi? Seberapa akan berhasilkah aksi tersebut? Negara melakukan apa untuk kasus-kasus personal berupa tindak diskriminasi terhadap perempuan? Terkadang masalah yang menyangkut kepentingan umum seluruh warga negara saja (baca pemilu 2009) tidak sepenuhnya mampu di urus dengan adil oleh negara: gw dan banyak rakyat indonesia lainnya gak terdaftar di DPT ).
Aku sedang kesal hidup sebagai perempuan Indonesia. Pernah merasakan beberapa hari hidup sebagai perempuan di Singapura. Negara ini lebih baik melindungi perempuannya. Aku merasa secure berjalan sendirian, naik taksi sendirian malam hari di negara yang bukan negaraku, dan aku tidak tau jalan. Aku sangat berharap punya cukup akses dan power untuk mewujudkan situasi yang secure bagi aku sebagai perempuan Indonesia dan seluruh perempuan yang merasakan hal yang sama.
curhatan gak jelas,
19april2009
-a woman who angry : dewi-